Wiryatama Damaikan Nang Raka dengan Ngurah Banat

0

Penahanan Ngurah Banat Ditangguhkan

TABANAN –  Tokoh sepuh PDIP Tabanan N. Adi Wiryatama, nampaknya tidak mau kader di bawah terus gontok-gontokan. Seperti  kasus penganiayaan yang melibatkan korban I Komang Wiarsa alias Nang Raka dengan IGN Nyoman Juliawan alias Ngurah Banat yang berujung di polisi. Wiryatama tidak ingin perseteruan berlanjut dan berinisiatif memediasi mendamaikan mereka.

Dihubungi via telpon, Wiryatama membenarkan telah memediasi pertemuan antara Nang Raka dengan Ngurah Banat. “Saya tidak ingin kader kita di bawah gontok-gontokan, makanya saya berinisiatif memediasi perdamian keduanya,” ungkap Wiryatama, Kamis (27/8). Diakui, kader banteng sering saling seruduk dibawah, namun sebenarnya tidak ada persoalan yang besar. Semuanya bisa diselesaikan dengan cara damai melalui musyawarah karena hanya terjadi mis komunikasi.  Dikatakan, keduanya sepakat berdamai dan menyelesaiakan persoalan yang terjadi dintara keduanya,. “Mereka sudah sepakat berdamai,” tegas ketua DPRD Bali ini. Kedeopan dioa berharap seluruh kader banteng tidak gontok-gontokan. Apalagi saat ini menjelang PIlkada , semua harus menjaga kondusifitas daerah masing-masing.

Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP  Nyoman Sukanada seizin Kapolres AKBP I Komang Suartana ketika dikonfirmasi membenarkan antara tersangak Ngurah Banat dengan Nang Raka telah sepakat berdamai. “Mereka sepakat berdamai, itu bagus,” katanya dikonfirmasi via telpon.  Meski  antara tersangka dan korban terjadi perdamaian, namun kasusnya tetap lanjut, karena merupakan delik umum.  Dengan adanya perdamaian tersebut, penahan ngurah Banat ditangguhkan, namun proses hukumnya tetap jalan. “Adanya perdamaian bisa menjadi pertimbangan hokum nantinya,” pungkasnya.

Seperti diwartakan sebelumnya, Kamis 920/8) terlah terjadi kasus penganiayan dan perusakan mobil yang dialami I Komang Wiarsa alias Nang Raka (46) asal Banjar Tegallinggah Kaja, Tegalinggah, Penebel. Dia  dipukul dan mobil dirusak  tersangka Ngurah Banat asal Banjar Bengkel Kawan, Bengkel, Kediri. Awalnya terjadi serempetan antara nang Raka yang saat itu mengendarai Hardtop DK 1001 HD  dengan Ngurah Banat yang juuga mengendarai hardtop DK 451  IY di jalan umum Tabanan Wangaya Gede , tepatnya di Desa Jegu, Penebel sekitar pukul 09.30. Karena serempetan Nang Raka menghentikan mobilnya. Saat itulah Ngurah Banat memundurkan mobilnya dan menabrak bagian belakang mobil Nang Raka sehingga mengalami kerusakan.

Nang Raka Turun melihat mobilnya, kemudian tersangka Ngurah Banat juga turun langsung mendatangi Nang Raka langsung memukul  ke arah wajah mengenai  bawah mata kiri dan kanan. Kemudian tersangka mengambil tongkat kayu dan kembali memukul korban. Merasa dianiaya korban akhirnya melapor   ke Polres Tabanan dan Ngurah Banat ditangkap di rumahnya. (*)

Share.

About Author

Leave A Reply